Dailylife,

wis-udah

00.48.00 Athia ZF 0 Comments

Kalau kata orang wisuda adalah salah satu momen penting dalam hidup, tapi bagi saya wisuda hanya serangakaian acara formalitas. Bukan berarti tidak berkesan, tapi hari-hari selama tiga tahun yang saya habiskan bersama mereka jaaauhh lebih bermakna untuk diingat daripada satu hari wisuda.





Satu yang paling berkesan di hari wisuda ketika ngeliat lelaki-lelaki yang biasanya cuma kaosan oblong dan celana jeans tetiba jadi rapi pake jas berdasi, pangling! Paling haru adalah ketika tiap murid naik keatas panggung, sebelumnya salaman dulu sama guru-guru. Mencium tangan mereka seraya berterimakasih, "Terimakasih, pak" "Terimakasih, buk". Tatapan, genggaman tangan, pelukan, dan pesan yang mereka bisikkan bener-bener masuk ke hati. Haru juga ketika Bu Ita memberi sambutan, bukannya menyampaikan apa yang telah sekolah ini ajarkan--beliau justru bicara soal apa yang beliau pelajari setelah kenal kami semua. Sama seperti ketika awal masuk, pesan beliau agar kami selalu jujur.

Yang berbeda dari wisuda tahun sebelumnya adalah, kali ini yang hadir banyak! Tahun ini IC mewisuda tiga beas siswa, kalau dibandingin tahun sebelumnya ini tiga kali lipatnya.That's why ku bilang banyak, meskipun tiga belas juga sedikit sih untuk angka se-angkatan.
Sedihnya, tahun ini satu guru kami tidak hadir. Pak Aulia bahkan tidak sempat menemani kami sampai Ujian Nasional, beliau sudah berpulang terlebih dahulu. Wisuda kali ini juga sekaligus perpisahan dengan beberapa guru yang nggak ngajar lagi tahun depan.







Kabar baiknya, tahun ini kami punya buku kenangan. Kalau sering didapati di buku kenangan sekolah pada umumnya, mereka nyewa jasa fotografer dan desainer, kemudian menjadwalkan untuk foto-foto bareng yang berkonsep. Boro-boro nge-jadwalin foto bareng, masuk sekolah lengkap bertiga belas aja susah banget. (karena udah selesai UN juga sih).
Alhasil buku kami banyak diisi foto-foto lawas, ngumpulin file dari temen kanan-kiri, sampai kakak kelas juga. Sisanya kami foto seadanya, background seadanya, lighting matahari, pokoknya on budget dan anti-ribet! Thanks to dim yang mau repot-repot buat maskot dan ngerevisi ini-itu sampe tengah malem. Rasanya seru aja apalagi nginget kalo udah partneran sama dim dari kelas enam, bikin shortmovie Tugas Akhir bareng, sempet rundingan soal KaosPutih, berlanjut ke project kalender pas kelas dua dan buku kenangan sebagai penutup.


Tiga tahun lalu saya tidak pernah minta untuk bersekolah disini. Kemudian tiga tahun berlalu, saya belajar lebih banyak dari yang saya pernah bayangkan. Alhamdulillah.

You Might Also Like

0 komentar: