Exhibition,

Portfolio: 84 pages, thousand memories

00.55.00 Athia ZF 0 Comments

Kreatif Selamanya adalah ajang kreatifitas tahunan yang diselanggarakan sekolah saya, IC School Surabaya. Pada 2016, Kreatif Selamanya memasuki tahun yang keempat. Berbeda dari tahun lalu, dimana saya sebagai ketua panitia, kali ini saya dapat tugas handle dibagian desain. Bagian dimana photoshop  sudah kayak nasi, jadi makanan sehari-hari. Bagian dimana  free space hardisk nggak lebih dari 1GB. Bagian paling menyenangkan sekaligus melelahkan.
Acara KS—singkatan Kreatif Selamanya—hanya berlangsung selama dua hari.  Tapi, persiapannya berkali-kali lipat lamanya. Salahsatu yang harus kami siapkan adalah tugas “Tiap murid harus bikin 1 portofolio, 1 kartunama, 1 produk” untuk didisplay selama acara.


PORTOFOLIO
Dari keseluruhan acara, tahun ini saya paling semangat pas bikin portofolio. Alasannya simpel, cuma karena greget. Tahun lalu, setelah bikin porto di kelas satu, saya dan teman-teman lainnya banyak mendatangi  pameran-pameran TA atau sekedar pameran karya DKV/Despro dari berbagai universitas, seperti ITS, UK Petra, Stikom, UPN, sampai ISI Jogja. wah parah keren-keren! Saya juga greget pas liat karya-karya teman sekelas maupun kakak kelas yang improve banget dibandingkan tahun sebelumnya.

Acaranya memang baru dilaksanakan bulan Mei, tapi di properties folder portofolio saya, tertulis dibuat sejak awal  November 2015, yang artinya proses pembuatan portofolio ini terhitung tujuh bulan. Selama itu saya cuma mengumpulkan karya demi karya, foto demi foto ke dalam folder tersebut. Pada  tiga bulan terakhir sebelum acara barulah saya seleksi. Beberapa karya dipasang di mockup, beberapa foto di retouch, dll. Urusan cover, layout, serta caption karya baru digarap diakhir proses.

Hal lain yang saya suka dari proses ini adalah “tidak ada revisi-revisian”. Sebelum cetak, memang harus di cek dahulu oleh guru saya, tidak banyak yang harus diubah, sebatas tambahan tulisan. Selebihnya, saya bisa all-out. Wah, seneng banget bisa bikin sesuatu yang “saya banget”, sekaligus  mereview diri sendiri, dari sekolah saya dapat ilmu apa, lalu apakah dengan itu saya bisa memberi manfaat buat orang lain...


and here it is, hasil begadang, hasil belajar saya,,

Ketika acara Kreatif Selamanya
Seru banget, kebetulan karena Bu Rista (dulunya pengajar disekolah, tapi beberapa waktu lalu pindah) datang ke event ini, kami sempatkan untuk portfolio-tour. Ada sekitar 30+ portofolio, saking lamanya dan banyak banget bahan obrolan kami, jadi persis rumpi :)) Diakhir tour itu, kami review apa yang perlu diperbaiki di portofolio masing-masing agar lebih baik untuk selanjutnya.

Lanjut ke halaman pertama portofolio saya,



Tentunya, diatas segalanya, terimakasih dan puji syukur kepada Allah atas nikmatNya, kuasaNya, sehingga saya bisa sampai di titik ini dan dipertemukan dengan teman-teman serta guru yang luar biasa.

www.sarunganak.com




Di setiap halaman dalam portofolio ini ada cerita dibaliknya. Salah satunya adalah halaman kalender. Bersama dua partner saya, Dim dan Zul, kami nyobain hal baru. Bener-bener kali pertama bagi kami bertiga untuk mendesain kalender, bukan main-main karena ini pesanan dari suatu perusahaan. Wah, banyak banget tantangan didalamnya. Mulai dari urusan layout sampai kebut-kebutan karena deadline :))

Karya-karya didalam portofolio ini tidak hanya hasil dari pelajaran DKV, nggambar, atau sejenisnya. Foto diatas ini contohnya, merupakan hasil tugas bahasa Indonesia dan foto-foto iseng ketika CFD di Taman Bungkul. Selain itu ada dari pelajaran Copywriting, project-project, kado temen, sampai hasil jepretan pas liburan. 50% tugas sekolah 50% iseng. Iseng-iseng serius.

Jelek-bagusnya hasil itu bukan poin utama. Kalo kata guru saya, Bu Rista, "yang penting prosesnya". Karena kalo cuma liat dari hasil, yang saya dapat sebatas nilai rapot, sertifikat, ataupun lembaran uang dari hadiah lomba saja. Dari proses, saya tau dimana saya harus introspeksi, terbuka dengan masukan orang lain a.k.a revisi, saya harus tau diri diatas langit masih ada langit, dan tentang kerjasama. Bukan sok bijak atau gimana, tapi memang based on true experiences.

“it’s not enough to be good. In order to be found, you have to be findable.”
― Austin Kleon
“Gapapa jelek yang penting sombong”
Chandra Liow
Semoga tulisan ini bisa bermanfaat. Portofolio lengkap bisa KLIK DISINI
Terimakasih sudah menyempatkan baca :)

You Might Also Like

0 komentar: