IC School,

Berita bukan sekedar 5w+1h

07.59.00 Athia ZF 0 Comments


Jum’at pagi (7/8), IC School kedatangan seorang guru tamu. Beliau adalah Windy Gustiana, kami memanggilnya dengan sebutan Kak Windy. Seorang reporter yang pernah bekerja di beberapa koran nasional sekaligus penyiar radio. Mei lalu kami sempat bertemu karena beliau menjadi salahsatu pembawa acara di Kreatif Selamanya Jilid 3. Kali ini kehadirannya adalah untuk berbagi ilmu 'Manajemen Jurnalis' kepada tim redaksi majalah Hastera, sampai dengan delapan pertemuan selanjutnya.

Dalam pertemuan pertama, kami diajari mengenai perbedaan berita dan informasi. Selain 5w+1h. Rupanya, berita juga memiliki kriteria lain,seperti: dimuat di media massa, sudah dikonfirmasi kebenarannya, dan ada kalimat aktif.
Untuk penulisan berita, juga ada aspek-aspek lain diluar 5w+1h, yaitu:

So what ? (Terus kenapa?)
Dalam berita tersebut, apakah ada manfaat yang dapat diambil oleh masyarakat luas? Karena jika hanya sekedar memberikan informasi masih belum cukup.

What next?  (Apa selanjutnya?)
Misalkan berita  yang berisi mengenai pameran seni. Maka, di rumus ‘what next’ ini, kita juga harus menginformasikan kepada pembaca tentang bagaimana jika pembaca ingin mendatangi pameran tersebut.


Dari segi penulisan berita, baiknya memakai rumus KISS (Keep it short simple), 1 kalimat 1 ide pokok. Dengan begitu, berita akan lebih padat , dan tidak bertele-tele. 

Pertemuan kami juga diisi dengan diskusi mengenai berita apa yang kami baca/dapatkan  sampai membahas tentang  kerja tim redaksi Oklahoma News. Dari diskusi tersebut, kami menyimpulkan bahwa berita yang baik bukan sekedar terpusat pada lokasi kejadian. Bertanya pada masyarakat sekitar, serta melihat apa dampak kejadian tersebut bagi sektor-sektor tertentu. Karena bisa jadi kita mendapat informasi menarik, justru dari luar lokasi utama.
Dan terakhir, media adalah salah satu yang menjadi pembentuk sudut pandang masyarakat luas. Sehingga, sudah seharusnya berhati-hati dalam penyampaian berita. Media boleh berpihak, bukan kepada kepala redaksi atau siapapun, namun kepada kepentingan masyarakat luas.

Kurang lebihnya seperti itu yang kami dapat dalam 1,5 jam di pagi itu. Gestur tubuh, intonasi, serta pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Kak Windy membuat kami tidak jenuh dan bersemangat selama pertemuan berlangsung. 

You Might Also Like

0 komentar: