Menutup 2014 di Ranu Kumbolo

06.51.00 Athia ZF 0 Comments



Perjalanan dimulai dari Surabaya-Probolinggo. Meet up sama temen-temen dari Sidoarjo dan Kediri. Alhamdulillah karena kebetulan salahsatu dari kami tinggal di Probolinggo, kami nggak perlu susah-susah cari tempat nginap. Hehe.
Jam 2 pagi, kami siap berangkat.



Rencana awal yang hanya nyewa 1 Jeep, ternyata berubah. Karena musim hujan, dan.. medannya basah, 1 jeep itu tidak bisa untuk 7 penumpang + carriernya. Budget nambah yeh. Tapi, demi keselamatan, okelah. Di jalan sempat ada hambatan, ya, jeepnya musti didorong dikit karna ada tanjakan yang lembek gitu.

Dan kami sampaai ! ...di bromo. Memang jalur ke Semeru, kalau kalian lewat Probolinggo yah, sama seperti jalur ke Bromo. Melewati pasir berbisik, bukit teletubbies, dll. Okelah, kami sempatkan narsis di Bromo dulu.
(dari kiri) Ghina, Qorina, Lily, aku, Abi, Fikri, Rehan


Berikut foto-foto dari dalam jeep


Walaupun medannya sangat jauh dari kata 'rata', mata kami dimanjakan dengan lereng gunung, dan perkebunan sepanjang jalan.
Sekilas info dari Bapak Jeep, Orang pertama yang mendaki gunung Semeru justru adalah orang Belanda, tahun 1838, namanya adalah Clignet, dan beliau adalah seorang ahli geologi.

^kebayang nggak, dari tahun 1838 ! dan keasriannya masih terjaga sampai 2015 ini :)

Setelah kurang lebih 2 jam, dan akhirnya sampai di Ranu Pani.
Then, here we are !



Disini, kami makan pagi, mengisi formulir masuk, dan nyewa sleeping bag (20K/org).
Oh iya, kalau mau buang 'sisa-makanan-dalam-tubuh' lebih baik dituntaskan disini, sob.
Karena satu-satunya toilet ya.. hanya di Ranu Pani ini.

Singkat cerita, kami di briefing tentang peraturan pendakian, seperti:
- Sampah wajib dibawa kembali ke pos awal (Bakal diperiksa beneran )
- Standar barang harus dipenuhi (Tenda, sleeping bag, dll) --> wajib di periksa petugas
- Bangun tenda gaboleh dekat danau
- Mencuci dengan sabun gaboleh dekat danau
- Buang air pakai cara kucing *IYKWIM*
- Tidak boleh membuat api unggun
- Tidak boleh mandi di danau *hanya boleh wudhu, cuci muka tanpa sabun*
- Tidak boleh bawa kembang api, dkk
- Jauhi memakai jeans
- Dekat-dekat ini lebih baik tidak ke puncak (karena status gunung waspada)

Pak instrukturnya juga menjelaskan, jangan terlalu terbayang film 5CM, yang mana banyak dari film tsb yang seharusnya dijauhi pendaki. Penasaran? searching aja, di mbah gugel ada.

Alright, carrier kami sudah diperiksa dan perjalanan dimulai !
10 menit pertama ke gerbang 'selamat-datang' masih ceria sekali, tapi.. 15 menit setelahnya, baru melewati beberapa tanjakan kecil,.
"Break !" bukan main ngos-ngosannya. Salah kami sendiri belum olahraga/pemanasan dari hari-hari sebelumnya. Alhasil kami ngetawain diri sendiri yang payah banget.

Perjalanan ke Rakum ini ditandai 4 pos, kami baru tiba di Pos 1 setelah 2 jam perjalanan, jangan kira pos ini kyk vila gitu, hehe, gubuk biasa, dan ada yang jual makanan+minuman di dalamnya. Ukuran kira-kira 3x3 m.
kebetulan kami ketemu sama 'pink-hikers' yang penampakannya bisa dilihat di foto atas, masnya unik bgt, rambut pirang panjang, kostum serba pink, carrier gede plus boneka hello kity di puncaknya. Hahaha.
Tips :kalau lagi break usahakan kaki tetap digerakin dikit-dikit biar nggak kaku, Atau nggak, akan berasa berat ketika lanjut perjalanan

Selama otw sempat gerimis, but, no problem at all lah. Jalan licin, berkabut, sudah masuk resiko musim hujan. Bahkan ada spot yang longsor, dan.. kita musti meniti pakai tali untuk bisa ke sebrang.
Tapi liat sisi positifnya, suhu malam harinya nggak sampai minus.
Selama otw juga, kami merasa kyk semut, yang mana tiap ketemu pendaki lainnya saling menyapa, saling menyemangati, ataupun hanya bertukar senyum.

Beberapa kali ketika break, kami heboh sendiri pas ternyata salahsatu HP bisa-bisanya ada sinyal di tempat begini, kocaknya lagi, Qorina, Lily, dan Ghina ini ya sempet main FTV-FTVan di Pos 4. Yang mungkin bikin pendaki lain mbatin sendiri.
Tips: Biar nggak berasa capeknya, sesekali bercanda lah~ atau muter lagu favorit sambil jalan.

Fikri & Rehan? Mereka sepanjang jalan diem, entah apa karena keberatan carrier (karena kita tambahin tikar+tenda+air berliter-liter). juga, entah pakai dalil apa si Fikri sepanjang jalan mulutnya disumpel choki-choki.
Tapi yang jelas, coklat bisa nambah energi, sementara kalo ngoceh sambil hiking, bakal nguras tenaga. *Sudah ada kesinambungannya kan?*

Untuk dokumentasi otw lebih dominan bentuk video sih, ditunggu di youtube yaah~
Berikut beberapa foto dalam 6 jam perjalanan kami.


.. Keep strong yehe ^-^9 ..
Beberapa spot seperti bekas kebakaran (photo from Ghina)



Setelah 6 Jam perjalanan, kami akhirnya sampai!
1 jam lebih lambat dari pendaki umumnya, yeah. Pukul 16.00, 2 lelaki itu langsung main ke danaunya, bahkan dapet ikan, bukan iwak gatul, entah namanya apa. 3 cewe lainnya pun ikutan main di pinggirnya.
Aku? tiduran diatas carriernya mereka, ngambil nafas dalem-dalem.. subhanallah..
bersyukur masih bisa menghirup udara ini, walaupun di bumi yang sama, udara yang 24 jam biasanya aku hirup di surabaya belum pernah se-dahsyat ini sensasinya. *terdengar lebay? whatever *

Bintang FTV sedang beraksi :v

Kabutnya lagi turun, karena itu suhunya pun makin dingin
Tips : Meskipun pas otw hanya gerimis, sebisa mungkin pakai jas hujan. Jangan sampai tas + Sleeping bag basah.

Kami bawa 2 tenda, 1 bentuk dome, 1 segitiga. Dan, kebetulan sekali kami lupa bawa pasaknya.
dan sempet bingung dengan lokasi mendirikan tenda, pada akahirnya dapat lokasi yang sepi. Sisi 180 derajat dari mayoritas pendaki berkemah, karena kami butuh pohon sbg ganti pasak. At least, kami beruntung ada yang berpengalaman soal masalah ini,
Tips : Bener-bener cek ulang list barang yang perlu dibawa, sekalipun disana ada tempat persewaan.

Dan, maghrib datang, suhu cukup dingin, karena kabutnya lagi turun nih. Ujung danaupun nggak keliatan. Tapi belum sampai suhu minimal kok, yaitu -5°c sampai -20°c.
yap, musim hujan, malam harinya justru lebih hangat ketimang musim kemarau.
Namun, s
alah satu teman kami sudah menggigil, badannya kaku, padahal sudah pakai syal, jaket, kaos tangan, kaos kaki, dll. Tentu saja cemas dan agak takut kalau gini.
Tips : banyakin gerak, gaes ^-^! Masa bodo kalau uda capek,dll. Daripada hipotermia?
karena ketika kita diem, makin kerasa dinginnnya, makin mati rasa.

Alhamdulillah teman kami baik-baik aja, dan setelah sholat magrib+isya kami bertujuh masuk ke tenda segitiga, waktunya makan malam!
Kebersamaannya berasa sekali, walaupun menu sederhana, mie instant 6 bungkus *bumbu apapun itu jadi satu*, ayam goreng, dan rendang, dan.. tentu air putih. Selepas itu, kami mulai cerita ini-itu, guyonan, tukar cerita tentang SMA masing-masing.

Malam ini meskipun kami lupa bawa lampu ting, tapi tetap cerah kawan. Tepat diatas tenda kami bulan 3/4 bersinar, tanpa terhalan awan sedikitpun. di sekitarnya bintang-bintang bertaburan. Maha Besar Engkau, Ya Rabb. Lalu, di sisi danau lainnya sinar wrna-warni lampu-lampu dari masing-masing tenda memantul di permukaan danau.
Meskipun pemandangan malam yang begitu mempesona, udara dingin bener-bener sukses bikin males keluar tenda. Next time ajalah, kalau uda jago moto. -.-v


Terimakasih :)
Kisah keesokan harinya, menyusul gaes.

You Might Also Like

0 komentar: