Hadiah dari Tuhan, Hadiah dari Manusia.


(lanjutan dari IG @athiazf) Aku kurang ingat persis urutan kejadiannya, yang kuingat, sempat naik turun-dari gedung satu ke gedung lain karena bingung. Balik lagi ketemu kakak-kakak mahkamah, naik lagi, turun lagi. Sampai akhirnya aku lihat kertas yang ditempel di tembok lantai 3, tulisannya "Ke Aula ya thi.." . Aula yang mereka maksud letaknya hanya satu tingkat dari lantai tempatku saat itu. HHHH, jadi daritadi harusnya tinggal naik satu lantai. Oke, naik.

Gelap. Aula yang lebarnya mungkin 10m dan panjangnya belasan meter itu gelap. Nggak kayak biasanya. Belum selesai aku mikir, tiba-tiba ada suara. Kaget. Ngga ada siapa-siapa di lantai itu, cuma aku.
Suara itu ada lagi, lebih terbilang cekikikan sebenarnya. Di salahsatu jendela aula, ada dua wajah perempuan. Ngeliat wajah mereka bikin lega, cekikikan itu dari mereka, bukan dari yang lain.

Aku buka pintu aula, masuk, lampu dinyalakan (bentuknya kayak lampu sorot, terang banget, ada disisi-sisi aula). Singkat cerita, dua perempuan tadi, yang kupanggil "mama" dan "adek" ngasih aku samting sepesial, sesuatu bernama jeli. Sah-sah saja kalian anggap aku berlebihan, hanya jeli, apanya yang spesial?
Kalian harus ada di asrama itu, setidaknya 2-3 tahun untuk beranggapan jeli itu istimewa. Momen itu istimewa. Ghina-yang kupanggil mama, dan Imub-yang kupanggil adek, mereka berdua menceritakan gimana rencana awalnya buat nakutin aku pake kakak-kakak mahkamah, yang ternyata sudah kenal dekat, dan ternyata kakak-kakak itu ramah banget.

5 Media Online Favorit !

Kali ini aku dapat tugas dari Mbak Windy untuk membuat list dan menjelaskan tentang media online yang paling sering dikunjungi. Sejujurnya aku kurang update soal berita, terbilang apatis dengan hal-hal diluar sana. Namun semenjak mengikuti kelas Manajemen Pemberitaan ddi kelas XI ini, sesekali aku mengupdate info tentang berita terkini.

Nah, berikut 5 media sosial yang paling 'akrab' denganku.

Tampilan akun instagramku (@athiazf) dari PC

Yang pertama, dan yang paling sering, Instagram.
Media online yang satu ini berawal dari tahun 2010, didirikan oleh Kevin Systrom dan Mike Krieger. Nama Instagram sendiri berasal dari kata Insta yang artinya instant (seperti kamera polaroid yang hasilnya instant) dan Gram dari kata telegram, yang bekerja untuk mengirimkan informasi.

Bumi Memanas, Ulah Siapa?

Sudah lama, sayang tak dihiraukanbegitulah nasib isu pemanasan global di dunia. Sejak 85 tahun lalu, laporan IPCC (Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim) ke-5 telah memperingatkan kepada dunia agar segera melakukan gerakan yang mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK), namun kenyataannya isu ini baru ramai diperbincangkan dua dekade belakangan ini.

Didasari hal tersebut, Espace Mendes France bekerjasama dengan Météo-France dan Universitas PoitiersEvent merancang Pesta Sains  2015. Pameran interaktif ini berisi laporan Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) dengan judul “Iklim Berubah, dan Kita? ”.

Kak Eric Susanto, pemandu Pesta Sains sedang memberi penjelasan.

Pameran ini dilaksanakan di Institut Francais Indonesia, galeri AJBS Surabaya, 28 Agustus—12 September 2015.  Tujuan utama dari event  ini tidak hanya untuk menginformasikan kepada masyarakat mengenai tantangan besar perubahan iklim, namun juga mengajak masyarakat mengurangi faktor pemicu perubahan iklim. Yang sehari-hari kita rasakan adalah naiknya suhu bumi. Temperatur rata-rata global nakk sebesar 0.74° C selama abad ke-20 nyaris dua kali lipat dari rata-rata seratus tahun terakhir.



Hal tersebut disebabkan banyak hal, salah satunya karena meningkatnya gas rumah kaca. Gas-gas tersebut adalah H2O (air), CH4 (metana),  N2O (dinitrogen oksida), CO2 (karbondioksida), CFCI3 (Triklorofluorometana), dan O3 (ozon). Gas-gas ini diproduksi oleh peternakan hewan, kendaraan, mesin konstruksi, pembakaran batu bara,  AC, kulkas, dan peningkatan populasi manusia di bumi.
Beruang kutub mencoba bertahan diatas es yang nyaris tenggelam (source: national geographic)

Pemanasan suhu bumi berdampak pada  meningkatnya air laut di beberapa bagian negara setinggi 1m. Bedasarkan pengamatan terbaru, hal ini juga dipengaruhi melelehnya Greenland dan Antartika. 

Bisa dibayangkan jika beberapa dekade kedepan belum ada kesadaran dan gerakan bersama, dampak negatif ini bisa menyebabkan beruang kutub dan populasi di kutub kehilangan tempat tinggal, pulau-pulau kecil akan tenggelam, ketidak seimbangan ekosistem dimana-mana. 

Dari penelitian tersebut, harapannya masyarakat dapat mengurangi penggunaan gas rumah kaca, dan menjadikan 'bumi yang bersahabat' bagi makhluk hidup di dekade mendatang. 




Tanggul jebol, diduga karena kesengajaan

SURABAYA—Terjadi bencana banjir yang disebabkan jebolnya tanggul di kecamatan Balongsari, Surabaya. Kejadian yang berlangsung pada rabu sore (9/8) itu menyebabkan 4 warga hilang, 137 luka-luka, dan 8564 lainnya selamat.  Korban yang terluka dilarikan ke Rumah Sakit Balongsari sekitar pukul 7 malam.  

Bedasarkan kesaksian warga yang tinggal di sekitar tanggul, tiba-tiba terdengar suara aliran air yang sangat keras dari arah tanggul, setelah itu air tanggul tumpah ke rumah-rumah warga. “Baru kali ini ada kejadian jebol, sebelumnya belum pernah” tambah Ibu Sariati, M.pd selaku lurah Balongsari.

Tim SAR menyatakan bahwa penyebab  jebolnya tanggul  diduga kesengajaan seseorang, dan hingga saat ini masih ditelusuri lebih lanjut siapa pelakunya. Hal ini jugamenyebabkan menggenangnya air setinggi 10cm dan belum surut hingga 2 hari terakhir.  Kini  Tim SAR juga dalam tahap mencari 4 korban yang hilang, salahsatunya adalah anak dari Wiwik (30), “Roni (4) saat itu baru pulang mengaji dari Musholla. Teman-teman mengajjinya ditemukan sudah luka-luka, tapi sampai sekarang belum tau dimana anak saya” Ujar ibu dari 4 anak itu.
Kamis (10/8), warga bersama aparat pemerintah bergotong-royong memperbaiki tanggul, dan rumah-rumah yang rusak terkena aliran deras air. Harapannya, warga dapat kembali beraktifitas normal dalam minggu ini. Bila pembaca ingin berkontribusi dalam perbaikan lingkungan kecamatan Balongsari dapat mengirim donasi ke nomor rekening dibawah ini.


Berita bukan sekedar 5w+1h


Jum’at pagi (7/8), IC School kedatangan seorang guru tamu. Beliau adalah Windy Gustiana, kami memanggilnya dengan sebutan Kak Windy. Seorang reporter yang pernah bekerja di beberapa koran nasional sekaligus penyiar radio. Mei lalu kami sempat bertemu karena beliau menjadi salahsatu pembawa acara di Kreatif Selamanya Jilid 3. Kali ini kehadirannya adalah untuk berbagi ilmu 'Manajemen Jurnalis' kepada tim redaksi majalah Hastera, sampai dengan delapan pertemuan selanjutnya.

Dalam pertemuan pertama, kami diajari mengenai perbedaan berita dan informasi. Selain 5w+1h. Rupanya, berita juga memiliki kriteria lain,seperti: dimuat di media massa, sudah dikonfirmasi kebenarannya, dan ada kalimat aktif.
Untuk penulisan berita, juga ada aspek-aspek lain diluar 5w+1h, yaitu:

So what ? (Terus kenapa?)
Dalam berita tersebut, apakah ada manfaat yang dapat diambil oleh masyarakat luas? Karena jika hanya sekedar memberikan informasi masih belum cukup.

What next?  (Apa selanjutnya?)
Misalkan berita  yang berisi mengenai pameran seni. Maka, di rumus ‘what next’ ini, kita juga harus menginformasikan kepada pembaca tentang bagaimana jika pembaca ingin mendatangi pameran tersebut.


Dari segi penulisan berita, baiknya memakai rumus KISS (Keep it short simple), 1 kalimat 1 ide pokok. Dengan begitu, berita akan lebih padat , dan tidak bertele-tele. 

Pertemuan kami juga diisi dengan diskusi mengenai berita apa yang kami baca/dapatkan  sampai membahas tentang  kerja tim redaksi Oklahoma News. Dari diskusi tersebut, kami menyimpulkan bahwa berita yang baik bukan sekedar terpusat pada lokasi kejadian. Bertanya pada masyarakat sekitar, serta melihat apa dampak kejadian tersebut bagi sektor-sektor tertentu. Karena bisa jadi kita mendapat informasi menarik, justru dari luar lokasi utama.
Dan terakhir, media adalah salah satu yang menjadi pembentuk sudut pandang masyarakat luas. Sehingga, sudah seharusnya berhati-hati dalam penyampaian berita. Media boleh berpihak, bukan kepada kepala redaksi atau siapapun, namun kepada kepentingan masyarakat luas.

Kurang lebihnya seperti itu yang kami dapat dalam 1,5 jam di pagi itu. Gestur tubuh, intonasi, serta pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Kak Windy membuat kami tidak jenuh dan bersemangat selama pertemuan berlangsung. 

Artipelago, exhibit the beginning





Artipelago
Event ini berisikan pameran tugas akhir DKV, seminar, workshop, serta performance lain. Dilaksanakan mulai tanggal 7 - 9 Agustus 2015 di Atrium Grand City . Beragam hasil tugas akhir dari mahasiswa-mahasiswi UK Petra Surabaya dipamerkan, mulai dari packaging, aplikasi di HP, buku, fotografi, boneka, sampai board game.